Tingkatkan Kualitas Data Spasial, Dinkominfo Banyumas Bersama BIG Gelar Bimtek Pengolahan Data dan Informasi Geospasial
Dalam rangka memperkuat tata kelola data daerah khususnya
data dan informasi geospasial sesuai standar, Pemerintah Kabupaten Banyumas
melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) berkolaborasi dengan
Direktorat Kelembagaan dan Jaringan Informasi Geospasial Badan Informasi
Geospasial (DKJIG BIG) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Data dan
Informasi Geospasial. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (2-3
September 2026) diikuti secara antusias oleh lebih dari 200 peserta secara daring
yang terdiri dari para pengelola data di lingkungan Pemkab Banyumas.
Acara diawali dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkominfo
Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho. Dalam sambutannya, Budi menekankan pentingnya
pengolahan data geospasial sebagai fondasi utama dalam perencanaan pembangunan
daerah yang tepat sasaran, efisien, dan akuntabel.
Suasana bimtek berlangsung sangat interaktif sejak awal.
Sebelum memasuki pemaparan materi, panitia menggelar sesi pre-test berhadiah
yang memantik semangat dan keterlibatan aktif para peserta. Paparan hari
pertama kemudian disampaikan oleh narasumber dari BIG, Andre Bejo, yang
mengajak peserta untuk mengenal lebih mendalam data dan informasi geospasial
beserta manfaatnya bagi pembangunan daerah.
Tidak hanya menyerap teori, peserta juga diajak langsung
masuk ke sesi praktik pengolahan data. Pada tahap ini, para peserta dibimbing
untuk membuat peta yang presisi dan sesuai dengan standar Katalog Unsur
Geografi Indonesia (KUGI). Praktik dilakukan secara komprehensif, baik
menggunakan aplikasi perangkat lunak QGIS maupun melalui metode singkat
berbasis platform web yang dibangun oleh BIG.
Antusiasme peserta berlanjut hingga hari kedua pelaksanaan
bimtek. Pada sesi ini, Wendra selaku narasumber dari BIG, memaparkan materi
kunci mengenai implementasi sistem GeoMDB-Hub pada Geoportal Kabupaten
Banyumas. Sistem ini merupakan sistem baru yang dibangun oleh BIG yang membantu
Simpul Jaringan dalam membuat, mengelola, memeriksa, dan menerbitkan metadata
geospasial secara terstruktur sesuai dengan standar. Wendra secara detail
menjelaskan urgensi metadata geospasial serta memandu peserta dalam mempraktikkan
cara penyusunannya. Setelah itu, peserta diajak melakukan praktik penerapan
manajemen dan kontrol kualitas data yang seluruh prosesnya diintegrasikan
langsung di dalam sistem GeoMDB-Hub.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menyelenggarakan
sesi post-test berhadiah untuk mengukur pemahaman peserta, sekaligus memberikan
reward kepada para peserta yang aktif mengikuti bimtek selama dua hari.
Penyelenggaraan bimtek ini diharapkan dapat memberikan
dampak positif yang signifikan bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas. Dengan
meningkatnya kompetensi para pengelola data, diharapkan kualitas data
geospasial di Kabupaten Banyumas semakin meningkat dan sesuai dengan standar.
Hal ini sekaligus menjadi akselerator nyata dalam mewujudkan penyelenggaraan
Satu Data Kabupaten Banyumas yang andal gunda mendukung pengambilan keputusan
berbasis data untuk kemajuan daerah. (Bewe)
