Dinkominfo Banyumas Tingkatkan Kompetensi SDM Statistik untuk Mendukung Pemerintah Digital
Dinkominfo Kabupaten Banyumas
berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten
Banyumas menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Data Statistik
Sektoral, Kamis 18 Juni 2026 bertempat di Toba Room Table Nine Kitchen Resto
Purwokerto. Kegiatan yang
menghadirkan narasumber utama dari BPS Kabupaten Banyumas tersebut diikuti oleh
para pengelola data dari 29 Perangkat Daerah di Kabupaten Banyumas.
Bimtek Pengelolaan Data Statistik Sektoral merupakan implementasi dari
salah satu butir Rencana Aksi (Renaksi) Satu Data Kabupaten
Banyumas Tahun 2026, dalam
upaya meningkatkan kompetensi SDM statistik di
Era Pemerintah Digital.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinkominfo, Budi
Nugroho. Budi berharap kegiatan bimtek berdampak pada peningkatan pengelolaan
data statistik sektoral di Kabupaten Banyumas. Budi juga menyebut, saat ini Dinkominfo
Banyumas sedang mempersiapkan server AI dan dashboard executive summary
sebagai bentuk komitmen dalam pengelolaan dan diseminasi data yang terpadu.
Dalam paparannya, Budi menyampaikan bahwa transformasi
digital mendorong terbentuknya pemerintah digital yang bersifat data-driven,
user-centric, evidence-based untuk mendukung Visi Indonesia 2045. Menurutnya,
salah satu strategi untuk mewujudkan pemerintah digital yaitu melalui
optimalisasi tata kelola keterpaduan data dan pemanfaatan data, salah satunya
data statistik.
Selanjutnya Budi memberikan apresiasi atas
kolaborasi seluruh Perangkat Daerah dalam mewujudkan tata kelola data yang baik
di Kabupaten Banyumas, tercermin dari hasil evaluasi SDI, indeks kinerja Simpul
Jaringan Informasi Geospasial (SJIG), dan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik
Sektoral (EPSS) yang semakin meningkat. Terkini, hasil indeks SJIG tahun 2025
Kabupaten Banyumas memperoleh predikat “unggul” dan menempati peringkat 10
besar nasional. Budi berharap agar kolaborasi ini terus diperkuat demi optimalnya
penyelenggaraan pemerintah digital di Kabupaten Banyumas.
Di akhir paparannya, Budi mendorong agar
seluruh SDM di Perangkat Daerah adaptif terhadap perubahan, salah satunya terhadap
hadirnya AI. “Dengan prompt engineering yang baik, banyak tugas
pengelolaan data yang dapat diselesaikan dengan bantuan AI”, ungkapnya. Namun,
dibalik keunggulan AI, Budi mengingatkan ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam pemanfaatan AI khususnya terkait keamanan data pribadi.
Materi Diseminasi Data pada Era
Digital disampaikan oleh narasumber dari BPS Kabupaten Banyumas, Panggih
Pawenang. Diseminasi data merupakan tahapan penyebarluasan informasi kepada
masyarakat. Ini merupakan tahap akhir proses bisnis statistik berdasarkan Generic
Statistical Business Process Model (GSBPM) yang sangat penting, sehingga
diperlukan strategi dan media yang tepat.
Menurutnya, di era digital
seperti sekarang media sosial menjadi pilihan strategis untuk menjangkau
masyarakat. Panggih menjelaskan bahwa diseminasi data menjadi informatif jika dari
awal sudah ditentukan seperti apa kerangka outputnya dan bagaimana cara
menyusunnya.
Dalam sesi praktik, peserta
dilatih untuk menyusun materi diseminasi data mulai dari mengunduh data mentah
dari website, mengolah data menjadi tabel output yang diharapkan, hingga
memvisualisasikan data dengan menggunakan fitur-fitur pada aplikasi Microsoft
Excel. [BeWe]
